Rabu, 21 November 2018

TILAWATI DAN TERJEMAH AL-QUR'AN



NGAJI YESS!!! TERJEMAH OKE!!!

Kemarin, tepat pada hari Senin, 05 November 2018, dosen pengampu saya yakni Bpk. Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag dan asisten beliau yakni Ibu Ati’ Nursyafa’ah, M.Kom.I dan Ibu Baiti Rahmawati, S.Sos menghadirkan atau mengundang pemateri tilawati Al-Qur’an yang langsung didatangkan dari Pondok Pesantren Al-Qur’an Nurul Falah Surabaya untuk membimbing kelas E4 dari prodi Ilmu Komunikasi. Dibimbing langsung oleh Bpk. Drs. H. Ali Muaffa, Bpk. Hari Susandi, S.Ag, dan Bpk. Toha Mahsun, S.Ag.
Selang beberapa hari yaitu hari kedua pada hari Senin, 12 November 2018, didatangkan lagi tentang materi terjamah Al-Qur’an dari Lembaga Pendidikan dan Pengkajian Ilmu Al-Qur’an (LPPIQ). Lembaga ini dipelopori oleh Prof. KH. Roem Rowi, M.A dengan tujuan agar masyarakat bisa mempelajari Al-Qur’an dengan mudah.
 Disini saya akan membahas sedikit tentang metode tilawati Al-Qur’an dan menerjemah Al-Qur’an dengan mudah. Sebelumnya saya akan menjelaskan apa itu metode tilawati ? Secara etimologi, metode berasal dari kata method yang berarti suatu cara yang sistematis untuk memudahkan pelaksanaan kegiatan dalam mencapai suatu tujuan. Membaca Al-Qur’an (tilawatul Qur’an) adalah salah satu ibadah yang banyak mengandung keutamaan. Ia adalah pintu gerbang meraih petunjuk-petunjuk yang terkandung dalam Al-Qur’an.
Hadits dari Utsman bin Affan r.a, dari Rasulullah Saw bersabda: Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al-Qur’an dan mengamalkannya (mengajarkannya) (HR. Bukhori).
Dasar membaca dalam Al-Qur’an sudah diterangkan bahwasanya membaca adalah langkah untuk memahami sesuatu. Dalam Al-Qur’an dijelaskan, Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmu yang Maha Pemurah. Yang mengajarkan manusia dengan perantaraan kalam. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya (QS. al ‘Alaq [96]: 1-5).
Teknik yang digunakan dalam pembelajaran Al-Qur’an adalah sebagai berikut:
A.    Klasikal
Klasikal adalah proses belajar mengajar yang dilakukan dengan cara bersama-sama atau kelompok dengan menggunakan alat peraga. Manfaat klasikal peraga adalah agar santri terbiasa dengan bacaan yang dibaca sehingga santri mudah untuk melancarkan bacaannya.
Dalam menerapkan klasikal peraga diatas ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu:
1.      Alokasi waktu klasikal 15 menit tidak boleh kurang.
2.      Guru harus ikut membaca, karena sebagai komando agar santri ikut membaca.
3.      Guru hendaknya bersuara jelas dan lantang untuk menggugah semangat belajar santri.

B.     Baca Simak
Baca simak adalah proses belajar mengajar yang dilakukan dengan cara membaca bergiliran yang satu membaca yang lain menyimak dengan durasi waktu 30 menit. Manfaatnya adalah selain santri tertib dan tidak ramai serta pembagian waktu setiap santri adil.
Penerapan Teknik Baca Simak, diantaranya:
1.      Guru menjelaskan pokok bahasan pada halaman yang akan dibaca.
2.      Diawali dengan membaca secara klasikal pada halaman yang akan diajarkan pada pertemuan tersebut.
3.      Santri membaca tiap baris bergiliran sampai masing-masing santri membaca 1 halaman penuh dalam bukunya.

C.     Evaluasi Harian
Evaluasi adalah penilaian yang dilakukan setiap hari oleh guru untuk menentukan kenaikan halaman buku tilawati secara bersama dalam satu kelas.
Pelaksanaanya sebagai berikut:
1.      Halaman diulang apabila santri yang lancar kurang dari 70%
2.      Halaman dilanjutkan apabila santri yang lancar min. 70%
Salah satu masalah penting yang dihadapi guru Al-Quran adalah mengatasi ketidak-tertiban santri selama proses belajar mengajar dan mengatasi ketidaklancaran mengaji. Ujung persoalan tersebut berakibat mutu bacaan santri makin merosot dan waktu belajarnya semakin lama bahkan tidak sedikit santri drop out sebelum tartil dan khatam baca Al-Quran.
Dengan berbagai permasalahan yang dihadapi dalam pembelajaran Alquran, maka lembaga pengelola Al-Quran yayasan Nurul Falah mengembangkan metode mengajar Al-Quran “TILAWATI”. Tilawati adalah buku metode belajar mengajar baca Al-Quran dengan pendekatan ”Klasikal dan Individual Secara Seimbang” diharapkan dapat mengurangi bahkan mengatasi persolan yang dihadapi para guru. Disusun praktisi dan motor penggerak Taman Pendidikan Al-Quran Indonesia. Peruntukan buku ini semula memang untuk konsumsi anak usia SD dan sederajat namun pada kenyataannya metode ini tidak terlalu sulit diterapkan kepada anak TK-A maupun B, demikian pula untuk anak SMP, SMU, Mahasiswa dan Orang Tua dalam kenyataannya semakin cepat kemampuan kelancaran membaca.
Prinsip-prinsip Pembelajaran Tilawati
1.      Disampaikan dengan praktis.
2.      Menggunakan lagu rost.
3.      Menggunakan pendekatan klasikal dan individual secara seimbang.
 Selanjutnya yaitu pada penterjemahan Al-Qur’an. Bagaimana menerjemahkan Al-Qur’an dengan mudah ? Mari simak artikel saya dibawah !
Dalam rangka merintis gerakan pemahaman dan pengamalan Al-Qur’an maka lembaga pendidikan dan pengkajian ilmu Al-Qur’an (LPPIQ) membuat program terjemah Al-Qur’an. Terjemah Al-Qur’an ini merupakan metode untuk mempelajari bahasa Al-Qur’an sekaligus tatabahasa arab dengan cara sederhana mudah dan praktis melalui surat al Baqarah, diharapkan orang-orang atau umat Islam menguasai suatu materi kajian tertentu dalam setiap paket yang dapat dijangkau dalam alokasi waktu 26 pertemuan.
LPPIQ Surabaya adalah lembaga yang independen non proft bergerak dalam bidang pendidikan dan pengajaran terjemah Al-Qur’an. Lembaga ini berdiri sejak tahun 1993 dan telah memiliki Operational back up yang memadai untuk berkembang secara optimal di masyarakat. Aset LPPIQ yaitu suatu sinergi yang terdiri atas tim ahli dalam Al-Qur’an. Asatidz asatidzah/ instruktur yang terlatih dan berpengalaman dalam pengajaran Al-Qur’an. Modul/ paket belajar dan mengajar Al-Qur’an yang siap saji. Hal ini dilaksanakan diberbagai masjid, lembaga dakwah, dan majelis-majelis ta’lim. Keberadaan LPPIQ ini diharapkan mampu memasyarakatkan Al-Qur’an dan meng-Al-Qur’ankan masyarakat dalam format yang lebih nyata dan riil.
Metode pembelajaran terjemah Al-Qur’an, secara umum untuk tiap-tiap paket dilaksanakan dalam 3 tahapan, yaitu pendahuluan (mukaddimah), penyajian materi, evaluasi dan penutup dengan rangkaian kegiatan sebagai berikut:
A.    Mukaddimah
1.      Ustadz membuka majlis dengan salam.
2.      Ustadz mengabsen peserta.
3.      Ustadz memberikan pengantar berupa motivasi pentingnya mengkaji Al-Qur’an   atau memberikan penjelasan paket materi yang hendak diajarkan (pertemuan pertama).
4.      Untuk pertemuan selanjutnya ustadz memberikan evaluasi materi kajian yang lampau.
B.     Penyajian Materi
1.      Ustadz mengantar materi yang hendak diberikan.
2.      Ustadz membacakan ayat-ayat Al-Qur’an secara tartil sesuai dengan paket kajian, atau menunjuk salah satu peserta yang dianggap mahir membaca tartil Al-Qur’an atau dibaca bersama-sama.
3.      Untuk buku paket II, III dan seterusnya, ustadz menunjukkan/ menjelaskan materi tambahan pada tiap-tiap kalimat (kata) sesuai dengan isi materi kajian.
C.     Evaluasi
1.      Ustadz memberikan evaluasi kepada para peserta secara bergiliran dengan menunjuk mulai dari peserta yang paling pandai atau menguasai materi dan diakhiri peserta yang lemah, dengan cara menirukan bacaan atau uraian penjelasan tiap-tiap kalimat yang ada pada buku paket.
2.      Ustadz memberikan kesempatan kepada para peserta untuk mengajukan pertanyaan yang belum jelas.
D.    Penutup
1.      Ustadz memberikan kesimpulan dan pesan-pesan berupa penekanan kajian yang baru dibahas.
2.      Ustadz menutup kajian dengan bacaan do’a majlis atau hamdalah serta mengakhiri dengan salam.
Dengan metode demikian akan memudahkan orang-orang yang belajar Al-Qur’an untuk menerjemahkannya.
Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag penulis buku 60 Menit Terapi Shalat Bahagia, beliau menulis dalam salah satu artikelnya yang berjudul “Hidup Masih Koma”, beliau berkata,
“Hidup masih koma. Kamu wajib bersyukur menjadi orang baik-baik sekarang berkat hidayah Allah. Tapi kamu harus ingat, hanya malaikatlah yang sudah titik: pasti baik selamanya, karena mereka tidak memiliki nafsu. “...dan (para malaikat itu)tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintah-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan”. (QS. at Tahrim[66]: 7).
Hidup masih koma. Esok hari masih penuh spekulasi. Maka bacalah ihdinash shirathal mustaqim (Wahai Allah tunjukilah kami jalan yang lurus) dengan penuh penghayatan dalam setiap shalat. Baca juga do’a, “Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami” (QS. Ali Imran [3]: 8). Atau bacalah do’a dari Rasulullah Saw, “Wahai Allah, sesungguhnya saya memohon hidayah, takwa, kelapangan, dan rasa cukup” (HR. Muslim).”
Jadi kesimpulannya kita harus tetap berusaha, berdo’a serta tawakal untuk menjadi orang yang setiap hari mengalami perubahan menjadi yang lebih baik dari hari kemarin.

Senin, 05 Februari 2018

About Me

hello guys !! ini adalah hari pertama dimana  gua buat blog . Dan disini gue ingin memperkenalkan siapa gue . My name`s  Octa. kalian ingin tahu apa nama panjang gue ?? Octaaaaa 😄 enggak-enggak nama panjang gue adalah Syntia Oktaryna. gue lahir dijawa , tepatnya Jawa Timur.. Kotanya cari sendiri hehee . Lahir 25 Oktober 1999 ( makanya diberi nama okta)... udah sampai sini aja... 

thanks udah nyimak .